Ningen wa saru to chigau.

Arti kalimat di atas adalah “manusia berbeda dengan monyet”. Saru adalah bahasa Jepang untuk “monyet”, awalnya kata saru ini merujuk hanya pada monyet Jepang saja. Lalu, bagaimanakah sekarang?

Artikel ini akan menjelaskan kata saru yang sebenarnya memiliki makna lebih dari sekadar monyet, beserta contoh-contoh kalimat yang akan memudahkan kalian memahami kata saru.

Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.

Penjelasan “Saru

Saru adalah istilah umum untuk menunjukkan jenis monyet apapun. Namun awalnya, kata saru ini dikhususkan untuk menyebutkan monyet Jepang saja, atau disebut juga mashira. Itulah mengapa, kanji saru bisa juga dibaca mashira (ejaan lama).

Saat ini, dikarenakan istilah saru telah digunakan sebagai istilah umum, penulisannya lebih sering menggunakan hiragana atau katakana dibandingkan kanji. Tentu saja, masih banyak juga yang menulis kata saru dengan menggunakan huruf kanji.

Etimologi Kata “Saru

Ada beberapa teori tentang asal mula kata saru. Yang pertama adalah, saru diambil dari kata masaru (melebihi, melampau, mengungguli), di mana mengandung makna “kecerdasan yang unggul di antara semua binatang”. 

Etimologi kedua adalah, sa dari kata saru berasal dari sawagu dan sawagashii yang berarti berisik, di mana menggambarkan suara monyet Jepang yang dianggap “berisik”.

Makna Lain Kata “Saru

Walaupun dikenal sebagai istilah yang digunakan untuk menyebutkan “monyet”, kata saru (dengan kanji yang sama) memiliki arti-arti lain, di antaranya sebagai berikut.

  1. orang licik 
  2. bodoh, udik
  3. baut kayu geser (untuk menutup pintu atau jendela) 
  4. jepitan yang digunakan untuk mengontrol ketinggian kail 
  5. sebutan untuk pelacur yang ada di pemandian air panas di Zaman Edo

Contoh Kalimat

Penggunaan kata saru bisa kalian lihat pada contoh-contoh kalimat di bawah ini.

Watashi tachi wa doubutsu-en de saru wo mimashita.
Hito no sosen wa saru da to omoi masuka?
Kare wa saru no you ni ki ni yojinobotta.
Ano ko wa saru ni banana wo tabesasete ita.
Saru ni tobikakararete kare wa kowagatta. 
Saru ga ki ni noboru no wa kantan da.
Saru mo ki kara ochiru.
Ano mori ni wa saru ga takusan iru.
Ani wa saru no monomane ga jouzu desu.
Saru no mure ga ki kara ki e utsutte iku no ga mieta. 

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata saru (monyet) dan contoh penggunaannya dalam kalimat. Kata saru cukup sering digunakan dalam peribahasa-peribahasa Jepang, seperti saru mo ki kara ochiru yang disebutkan di atas. Selain sebagai “monyet”, saru juga memiliki makna lain seperti orang licik, orang udik, dan sebagainya.

Sampai di sini dulu pengenalan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan di atas bisa dengan mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa juga untuk membaca kosakata binatang lainnya di halaman ini dan simak terus informasi-informasi terbaru seputar bahasa Jepang dan jejepangan lainnya di Kepo Jepang.

Sebelum lanjut baca nama-nama binatang dalam bahasa Jepang, yuk cek dulu beberapa hal di bawah ini!

Apa bahasa Jepangnya “monyet”?

Bahasa Jepangnya “monyet” adalah “saru”.

Bagaimana menulis kata “saru”? Apakah menggunakan kanji, hiragana, atau katakana?

“Saru” bisa ditulis baik dengan kanji, hiragana, maupun katakana. Dulu kanji “saru” (猿) khusus merujuk pada monyet jepang, tetapi saat ini kata “saru” digunakan secara umum untuk monyet apapun. Oleh karena itu, penulisannya lebih sering menggunakan hiragana (さる)atau katakana(サル).

Apa arti kalimat “saru mo ki kara ochiru”?

Secara harfiah kalimat di atas berarti “bahkan monyet pun jatuh dari pohon”. Namun, makna sebenarnya adalah “sehebat apapun seseorang, pasti bisa membuat kesalahan”.

Apa maksud kalimat “karera wa marude inu to saru da”?

“Mereka memiliki hubungan yang tidak baik.” Inu = anjing, saru = monyet. Keduanya memiliki banyak perbedaan, sehingga digunakan sebagai perumpamaan hubungan yang tidak baik.

Masih penaaran dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya? Jangan lupa cek langsung di halaman ini ya!