Doko e iku no?
Mau pergi ke mana?

Ungkapan pertanyaan di atas adalah bentuk kasual dari doko e ikimasuka yang digunakan ketika kita hendak menanyakan “ke mana lawan bicara akan pergi”.

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan berusaha menjelaskan bagaimana penggunaan ungkapan pertanyaan ini dalam berbagai nuansa, baik formal maupun informal. Tentunya akan diberikan juga beberapa contoh kalimat untuk mempermudah kalian memahaminya.

Untuk lebih jelasnya langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Doko e/ni ikimasuka?

Doko e/ni ikimasuka adalah ungkapan pertanyaan “akan pergi ke mana” dalam nuansa formal. Coba perhatikan pembentukan ungkapan ini :

Secara harfiah doko e maupun doko ni berarti “ke mana”. Namun, masing-masing partikel memiliki nuansa yang berbeda di mana partikel “e” lebih merujuk pada arah gerakan, sedangkan partikel “ni” merujuk pada titik tujuan.

Lalu bagaimanakah penggunaannya dalam nuansa informal atau kasual?

Seperti contoh kalimat di atas, ungkapan yang lebih kasual biasanya menggunakan kata kerja iku saja, selain itu bisa ditambahkan “no” di akhir kalimat untuk digunakan sebagai penekanan. Adapun partikel “e” atau “ni” bisa digunakan bisa juga tidak.

Selain itu ketika digunakan sebagai pertanyaan dalam bentuk lampau kalian bisa mengubah ikimasuka menjadi ikimashitaka atau iku menjadi itta.

Sebagai tambahan, dalam dunia kerja dan bisnis ada penggunaan ungkapan yang jauh lebih sopan dan halus, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Dochira e oide desuka?
  • Dochira e ikareru no desuka?

Gunakanlah kedua ungkapan ini untuk memberikan kesan yang lebih sopan dan formal ketika ada dalam lingkungan kerja khususnya saat berbicara kepada senior, atasan, maupun klien.

Contoh Kalimat

A : Kinou, doko e ikimashitaka?
B : Eiga wo mi ni eigakan e ikimashita.
Raishuu no ensoku de wa doko e iku ka kikimashitaka?
A : Kinou, kanojo to deeto shita yo.
B : Ii ne! Doko e itta no?
A : Ne, doko ni iku no? 
B : Chotto suupaa ni itte kuru yo.
A : Doko e iku no? 
B : Wakannai. Tada koko ni itakunai no.
Anata-tachi doko e iku no?
Chotto machinasai! Ima kara doko e iku no?
A : Kondo no natsu-yasumi doko ni iku no? 
B : Mada wakaranai naa.
Honjitsu wa dochira e oide desuka?
Buchou, korekara dochira e ikareru no desuka?
A : Dekakete kuru ne.
B : Doko e?
A : Son’na ni isoide doko ni iku no? 
B : Ginkou ni itte kuru, ato ju-ppun de shimaru kara!
A : Tsugi no shuumatsu doko e iku?
B : Doko e mo ikanai. Souji suru yotei da!

Kesimpulan

Itulah penjelasan ungkapan yang digunakan ketika menanyakan “pergi ke mana?”. Dalam nuansa formal kalian bisa menggunakan doko e/ni ikimasuka, sedangkan dalam nuansa kasual kalian bisa menggunakan doko e/ni iku, atau tanpa menggunakan partikel dan bisa juga diakhiri no untuk menambahkan penekanan.

Sampai di sini dulu penjelasan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan ungkapan bahasa Jepang di atas mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “mau ke mana”?

A) “Mau ke mana” dalam bahasa Jepang adalah “どこへ(に)行く?(doko e/ni iku?)”. Adapun bentuk formalnya “doko e/ni ikimasuka?”.

Q) Apa bedanya “doko e iku?(どこへ行く)” dan “doko e ikimasuka”(どこへ行きますか)?

A) “Doko e iku” digunakan dalam situasi kasual atau informal, sedangkan “doko e ikimasuka” digunakan dalam situasi formal.

Q) Apa bentuk sopan (keigo) dari “doko e ikimasuka(どこへ行きますか)”?

A) Bentuk keigo dari “doko e ikimasuka” bisa menggunakan “dochira e oide desuka?” atau “dochira e ikareru no desuka?”.

Q) Apa bedanya partikel “ni” dan “e”?

A) Partikel “e” lebih merujuk pada arah gerakan, sedangkan partikel “ni” merujuk pada titik tujuan.

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.