Setelah diterima kerja paruh waktu di sebuah tempat, setiap pekerja akan mendapatkan pelatihan sebelum mulai bekerja. Terutama jika kalian bekerja di tempat yang langsung berhubungan dengan konsumen seperti toserba, mini market, restoran, dan sebagainya. Selain diberi pelatihan mengenai hal-hal apa saja yang harus dikerjakan, pekerja asing biasanya diberi pelatihan bahasa Jepang yang umum digunakan ketika menghadapi konsumen.
Pada percakapan kali ini, Kepo Jepang akan memberikan contoh pelatihan bahasa Jepang yang diterima pelajar Indonesia. Apa saja kata-kata bahasa Jepang yang perlu diperhatikan saat melayani konsumen. Untuk lebih jelasnya langsung simak percakapannya yuk!
Menerima Pelatihan Bahasa Jepang di Tempat Kerja Part Time
Contoh percakapan kali ini menggambarkan situasi di mana seorang mahasiswa asing dari Indonesia akan bekerja sebagai pekerja paruh waktu di suatu toserba atau konbini. Pertama, dia akan menerima pelatihan untuk menghadapi konsumen di toserba.

Pemeran pelajar Indonesia

Pemeran pemilik toko
Sebelum memahami isi percakapannya lebih lanjut, mari simak video berikut ini, dan pahami percakapan bahasa Jepang yang ada di dalamnya. Jika masih belum dapat memahami percakapan bahasa Jepang tersebut, silakan lihat terjemahan percakapan dalam bahasa Indonesia di bawah ini. Selamat menonton, ya!
Contoh Percakapan yang Sebenarnya

Kyou wa kotobadzukai no kenshuu da ne.
(Hari ini pelatihan dalam tutur kata ya.)

Hai. Yoroshiku onegai shimasu.
(Ya. Mohon bantuannya.)

Mazu, okyakusama ga kitara, “irasshaimase”.
(Pertama, saat pelanggan datang, ucapkan “selamat datang”)

Irasshaimase.
(Selamat datang.)

Okyakusama ga mise kara deru toki wa, “arigatou gozaimashita”.
(Saat pelanggan keluar dari toko, ucapkan “terima kasih”.)

Arigatou gozaimashita.
(Terima kasih.)

Sou sou. Genki na no ga ichiban! Jaa, okyakusama wo mataseru toki wa?
(Ya seperti itu. Hal yang paling penting adalah bersemangat! Kalau begitu, saat membuat pelanggan harus menunggu, mengucapkan apa?)

“Shoushou omachi kudasai” desuka?
(Apakah “mohon tunggu sebentar”?)

Sou da ne. Mataseta ato wa, “omatase itashimashita”.
(Begitu ya. Setelah membuat pelanggan menunggu, ucapkan “maaf telah membuat Anda menunggu”.)

Omatase itashimashita.
(Maaf telah membuat Anda menunggu.)

Zaikogire dattari, nanika machigaetari shita toki wa, “moushiwake gozaimasen”.
(Jika kehabisan stok barang, atau ketika salah dalam melakukan sesuatu, ucapkan “mohon maaf”.)

Moushiwake gozaimasen.
(Mohon maaf.)

Ii ne. Jaa, okyakusama ga reji ni kita toki ni kiku koto mo kakunin shiyou.
(Bagus ya. Kalau begitu, mari pastikan hal yang harus ditanyakan kepada pelanggan ketika berada di kasir.)

“Ekobaggu wa omochi desuka?” desuka?
(Apakah “Apa Anda membawa eco bag?”)

- Kenshuu : pelatihan/training
- Okyakusama : pelanggan
- Deru : keluar
- Mataseru : membuat orang lain menunggu
- Zaikogire : kehabisan stok
- Reji : kasir
- Toki : ketika
- Joukyou : situasi
- Awaseru : menyesuaikan
- Rejibukuro : kantong plastik
Ringkasan Kesan
Bisnis dalam bidang pelayanan didasarkan pada salam. Di toserba atau konbini, supermarket, dan restoran, pekerja paruh waktu akan diajarkan mengenai salam yang umum digunakan di toko tersebut, jadi pastikan untuk mengingat dan mempraktikkannya. Jika merasa kesulitan dalam menggunakan kata-kata sopan, sebaiknya banyaklah berlatih berulang kali, agar bisa mengucapkannya dengan lancar.