Situasi ketika contoh kalimat ini digunakan

Pelajar Indonesia telah memutuskan tempat tinggalnya selama belajar di Jepang, sehingga ia akan mendaftar sebagai penduduk di kantor balai kota (shiyakusho). Apa yang diperlukan untuk mendaftar sebagai penduduk setempat?

avatar
Risma
Pemeran pelajar Indonesia
avatar
Ayu
Pemeran resepsionis kantor balai kota

Mari simak rekaman suara berikut ini, dan pahami percakapan bahasa Jepang yang ada di dalamnya. Jika masih belum dapat memahami percakapan bahasa Jepang tersebut, silakan lihat terjemahan percakapan dalam bahasa Indonesia di bawah ini. Selamat mendengarkan, ya!

Contoh percakapan yang sebenarnya

avatar
Risma
Kon’nichiwa.

(Halo.)
avatar
Ayu
Kon’nichiwa. Otetsudai itashimasuka?

(Halo. Ada yang bisa saya bantu?)
avatar
Risma
Onegai shimasu. Hajimete juumin touroku wo shi ni kimashita. Mazu, doko e ikeba ii desuka?

(Mohon bantuannya. Saya datang untuk mendaftar sebagai penduduk untuk pertama kalinya. Pertama, saya sebaiknya pergi ke mana?)
avatar
Ayu
Juumin touroku desu ne. Okyakusama wa ryuugakusei desuka?

(Pendaftaran penduduk ya. Apakah Anda adalah pelajar asing?)
avatar
Risma
Hai, ryuugakusei desu.

(Ya, saya pelajar asing.)
avatar
Ayu
Nihon ni kita no wa itsu desuka?

(Kapan Anda datang ke Jepang?)
avatar
Risma
Isshuukan kurai mae desu. Daigaku no ryou ni sunde imasu.

(Sekitar seminggu yang lalu. Saya tinggal di asrama universitas.)
avatar
Ayu
Dewa, kochira no “ten’nyuu todoke” ni, namae ya juusho wo kaite kudasai. Achira ni shorui kinyuu you no kauntaa ga arimasu. 

(Harap tulis nama dan alamat Anda di formulir “Pemberitahuan Pindah” ini. Di sebelah sana ada loket untuk mengisi dokumen.)
avatar
Risma
Wakarimashita.

(Saya mengerti.)
avatar
Ayu
Mibun shoumeisho to, zairyuu kaado wa arimasuka?

(Apakah Anda memiliki kartu identitas dan kartu penduduk?)
avatar
Risma
Pasupooto to, zairyuu kaado wo motte kimashita.

(Saya membawa paspor dan kartu penduduk.)
avatar
Ayu
Sore de daijoubu desu. Ten’nyuu todoke wo kaketara, bangou fuda wo totte omachi kudasai.  Hachi ban madoguchi kara yobaremasu yo.

(Itu saja tidak apa-apa. Jika sudah mengisi pemberitahuan pindah, harap ambil tag nomor dan silakan ditunggu. Anda akan dipanggil dari loket nomor 8.)
avatar
Risma
Wakarimashita. Arigatou gozaimasu!

(Saya mengerti. Terima kasih!)
Kosakata yang perlu diingat

● Juumin touroku : pendaftaran penduduk
● Ryou : asrama
● Ten’nyuu todoke : pemberitahuan pindah (formulir pemberitahuan untuk
mendaftar sebagai penduduk di kantor balai kota di Jepang)
● Juusho : alamat
● Shorui : berkas, dokumen
● Kinyuu (suru) : mengisi data
● Mibun shoumeisho : kartu identitas
● Zairyuu kaado : kartu penduduk (residence card)/ kartu izin tinggal
● Bangou : nomor
● Yobareru/yobaremasu : dipanggil

Ringkasan kesan

Jika mulai tinggal di asrama universitas atau apartemen di Jepang, Anda harus mendaftar sebagai penduduk di kantor balai kota dalam waktu kurang dari 14 hari setelah mulai tinggal di Jepang. Saat pergi ke kantor balai kota, bawalah dokumen yang diperlukan seperti paspor dan kartu penduduk yang diterima dari imigrasi pada saat masuk ke Jepang.

Beberapa universitas mengharuskan Anda untuk menyerahkan salinan “juuminhyou” (formulir kependudukan) yang akan diterima ketika mendaftar ke kantor balai kota untuk membuktikan bahwa Anda telah menyelesaikan pendaftaran kependudukan. Harap periksa dengan teliti mengenai segala prosedur yang harus diselesaikan dan dokumen yang diperlukan saat mulai tinggal di Jepang.